Siapa Pendiri WhatsApp?

Jan Koum adalah pengusaha Amerika kelahiran Ukraina yang ikut mendirikan aplikasi mobile messaging WhatsApp bersama dengan Brian Acton. Aplikasi mobile yang sangat populer pada tahun 2014 adalah Facebook dengan biaya rata-rata 19 miliar dolar AS. Dia termasuk diantara orang terkaya di Amerika meskipun beberapa tahun yang lalu dia sangat miskin hingga harus makan dengan mengandalkan kupon makanan. Lahir di keluarga sederhana di Ukraina, dia kemudian bermigrasi ke Amerika Serikat sebagai remaja dengan ibu dan neneknya. Tahun-tahun pertama di negara baru sangatlah sulit; keluarganya berjuang untuk memenuhi kebutuhan. Situasi mereka memburuk saat ibunya sakit kanker dan akhirnya meninggal. Pribadi dengan jiwa tangguh, Jan Koum bekerja sambil sekolah dan menemukan pekerjaan di Yahoo sebagai insinyur infrastruktur saat masih kuliah. Dia menjalin hubungan baik dengan Brian Acton, karyawan

Yahoo lain yang dengannya akan membentuk kolaborasi jangka panjang di masa depan. Setelah bekerja di Yahoo selama beberapa tahun, Koum dan Acton meninggalkan pekerjaannya untuk mengeksplorasi perjalanan baru di ranah media sosial. Kecintaan mereka terhadap media sosial akhirnya menuntun mereka untuk membentuk WhatsApp sebagai aplikasi mobile messaging yang kemudian menjadi platform messaging paling populer di dunia.

Masa Kecil dan Kehidupan Awal

  • Jan Koum lahir pada tanggal 24 Februari 1976 di Kyiv, Ukraina, Uni Soviet, sebagai anak
    tunggal. Dia tinggal dengan sederhana di kota kecil yang terganggu oleh lingkungan politik yang kacau.
  • Keluarga memutuskan untuk migrasi ke Amerika Serikat untuk menghindari kondisi yang tidak menguntungkan di tanah kelahirannya. Jan, bersamaan dengan ibu dan neneknya pindah ke Amerika Serikat tahun 1992 dan ayahnya berencana untuk bergabung dengan keluarganya nanti tetapi justru lebih dulu jatuh sakit dan meninggal di Ukraina pada tahun 1997.
  • Pada usia 16 tahun saat imigrasi, Jan menghadapi tantangan cukup sulit untuk menyesuaikan diri di negara baru. Ibunya menjadi pengasuh untuk mencari uang dan Jan bekerja sebagai pembersih di sebuah toko kelontong.
  • Jan tertarik dengan programming ketika dia SMA dan menemukan bakatnya di situ. Dia lulus sekolah saat 18 tahun dan menjadi seorang insinyur jaringan komputer yang terampil.
  • Jan terdaftar di San Jose State University. Sementara masih menjadi mahasiswa, dia juga
    mengambil pekerjaan sebagai penguji keamanan dengan akuntan global Ernst & Young untuk biaya kuliahnya.
  • Karir

  • Dalam pekerjaannya, Jan Kuom ditugaskan ke mesin pencari baru Yahoo untuk memeriksa
    tingkat keamanan di sistem periklanan perusahaan. Sambil mengerjakan ini, dia berkenalan
    dengan Brian Acton, salah satu karyawan senior Yahoo. Kedua pria tersebut berbagi banyak
    kesamaan dan menemukan sebuah hubungan langsung karena keduanya memiliki pendekatan kerjasama yang serius.
  • Setelah beberapa bulan, Koum bergabung di Yahoo sebagai insinyur infrastruktur ketika masih kuliah di San Jose State University. Beberapa hari setelah bergabung, Yahoo mengalami gangguan sistem dan Koum-yang saat itu sedang menghadiri kuliah- segera dipanggil untuk mengatasi masalah tersebut. Pada saat itu, Koum menyadari bahwa ia harus memilih universitas atau Yahoo, dan dia memilih Yahoo.
  • Koum dan Acton berkerja bersama di Yahoo selama 9 tahun. Selama itu, mereka tidak hanya menjadi teman baik tetapi juga menyadari adanya persamaan ketertarikan mereka dalam dunia media sosial yang berkembang pesat. Namun, Yahoo tidak menawarkan kesempatan untuk mereka mengeksplorasi media sosial sehingga mereka berhenti bekerja di Yahoo untuk mengeksplorasi perjalanan baru mereka di dunia media sosial.
  • Koum dan Acton menghabiskan cuti selama setahun dan berkeliling Amerika Selatan. Dalam perjalanan kembali ke Amerika Serikat, mereka mendaftarkan diri untuk bekerja di Facebook dan Twitter, dan keduanya ditolak.
  • Tahun 2009, Koum membeeli iPhone baru. Saat mengunjungi salah satu App Store yang
    dibuka, ia menyadari potensi yang ditawarkan oleh pasar untuk aplikasi iPhone yang kompatibel. Hal tersebut memberikan ia ide untuk membuat aplikasi komunikasi murah yang mudah digunakan.
  • Bersemangat dengan idenya, Koum mengajak Acton untuk membentuk perusahaan baru-
    bernama WhatsApp Inc.- pada hari ulang tahun Koum, 24 Februari 2009. Salah satu prinsip
    dasarnya adalah bahwa perusahaan mereka tidak akan pernah menerima bentuk pendapatan iklan apapun.
  • Koum dan Acton meluncurkan WhatsApp Messenger di awal tahun 2010. Messenger tersebut awalnya banyak crashing dan mereka menemukan banyak tantangan dalam mempromosikan aplikasi tersebut. Frustrasi setelah beberapa bulan mencoba, Koum hampir menyerah ketika Acton meyakinkannya untuk memberikan beberapa waktu lagi.
  • Saat itu tidak banyak aplikasi instant messenger dan secara bertahap WhatsApp menjadi
    populer di kalangan pengguna. Meningkatnya popularitas aplikasi memungkinkan para pendiri memperoleh modal ventura tambahan.
  • Pengguna WhatsApp bertambah terus menerus selama berbulan-bulan dan pada Februari 2013 sudah mencapai 200 juta pengguna aktif. Meningkatnya popularitas WhatsApp menarik perhatian raksasa media sosial Facebook yang mengakuisisi WhatsApp seharga 19 miliar dolar pada tahun 2014. Pada 2016, WhatsApp menjadi aplikasi messaging paling populer dengan basis pengguna satu miliar.
  • Pekerjaan Utama

  • Jan Koum bersama dengan Brian Acton meluncurkan WhatsApp Messenger (dikembangkan oleh WhatsApp Inc.) yang mulanya dirilis pada tahun 2010. Aplikasi olah pesan instan untuk smartphone ini menjadi aplikasi messaging paling populer di tahun 2016. Perusahaan tersebut kemudian diakuisisi oleh Facebook Inc. pada tahun 2014 dengan harga 19 miliar dolar AS.
  • Penghargaan dan Pencapaian

  • Jan Koum dan Brian Acton menjadi runners-up pada 8th Annual Crunchies Awards tahun 2015 dalam kategori Founder of the Year.
  • Kehidupan Pribadi dan Warisan

  • Tahun 1996, Sebuah perintah penahanan diberikan terhadap Koum di pengadilan negeri di San Jose. Dia dituduh secara verbal dan fisik mengancam mantan pacarnya. Baru-baru ini iamengungkapkan penyesalannya karena bersikap seperti itu.
  • Jan Koum kehilangan ibunya karena kanker pada tahun 2000.
  • Kekayaan Bersih

  • Jan Koum memiliki kekayaan bersih sekitar US $ 9,7 miliar.
  • Sumber :
    https://www.wired.com/story/facebooks-chatbots-will-not-take-over-the-world/