Metode yang Terbukti untuk Menjual Saham

Memilih kapan harus menjual saham bisa menjadi tugas yang sulit. Bagi sebagian besar pedagang, sulit untuk memisahkan emosi mereka dari perdagangan mereka, dan dua emosi manusia yang memengaruhi pedagang ketika mereka mempertimbangkan untuk menjual saham adalah keserakahan dan ketakutan. Pedagang takut kehilangan atau tidak memaksimalkan potensi keuntungan. Namun, kemampuan untuk mengelola emosi ini adalah kunci untuk menjadi trader yang sukses.

Sebagai contoh, banyak investor tidak menjual ketika sebuah saham telah naik 10% hingga 20% karena mereka tidak ingin kehilangan lebih banyak pengembalian jika saham itu melesat ke bulan. Ini adalah hasil dari keserakahan dan keinginan bahwa saham yang mereka pilih akan menjadi pemenang yang bahkan lebih besar. Di sisi lain, jika harga saham turun 10% hingga 20%, sebagian besar investor masih tidak akan menjual karena keengganan mereka untuk merealisasikan kerugian jika saham rebound secara signifikan. Ada ketakutan tambahan bahwa mereka mungkin akhirnya menyesali tindakan mereka jika stok rebound.

Jadi, kapan Anda harus menjual saham Anda? Ini adalah pertanyaan mendasar yang dihadapi para investor. Untungnya, ada beberapa metode yang umum digunakan yang dapat membantu investor membuat proses metodis mungkin, dan menghilangkan emosi dari keputusan tersebut. Metode-metode ini adalah penjualan tingkat penilaian, penjualan biaya peluang, penjualan fundamental yang memburuk, penjualan turun-dari-biaya dan naik-dari-biaya, dan penjualan target-harga.

Penilaian-Tingkat Jual
Kategori penjualan pertama disebut metode penjualan tingkat penilaian. Dalam strategi penjualan tingkat penilaian, investor akan menjual saham setelah mencapai target atau rentang penilaian tertentu. Banyak metrik penilaian dapat digunakan sebagai dasar, tetapi beberapa yang umum adalah rasio price-to-earning (P / E), price-to-book (P / B), dan price-to-sales (P / S) . Pendekatan ini populer di kalangan investor nilai yang membeli saham yang undervalued. Metrik penilaian yang sama ini dapat digunakan sebagai sinyal untuk menjual saat saham dinilai terlalu tinggi.

Baca lebih lanjut di Investopedia